Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Friday, September 2, 2011

Refashion: Mempercantik T-shirt hitam

Aku sudah cerita bahwa sebagian besar pakaianku berada di Yaman?  Yah, pasti sudah tahu ceritanya berkalkali, hahaha.  Singkat cerita, aku perlu beberapa kaos kasual, dan aku memutuskan untuk bertanya pada suamiku apa dia punya beberapa kaos lama yang sudah tidak dipakai.

Aku mendapatkan beberapa kaos putih (padahal aku nggak suka kaos putih), dan dua kaos hitam.  mau pakai yang hitam ah...tapi sebelumnya, kayaknya seru kalau dipercantik dulu.

Karena kaosnya agak besar, pertama-tama harus dikecilin dulu dari samping, supaya lebih pas, dan ada pinggangnya sedikit.  Karena lehernya sedikit ketat, aku potong juga bagian 'kerah'nya.  Biar cocok sama lehernya, bagian lengan pun aku potong sedikit ujung-ujungnya.  Pas sudah dipakai, bagian-bagian yang dipotong ini agak menggulung sedikit, lucu dan modis.  


Berikutnya, buat beberapa pola dasar dari koran bekas, lalu coba-coba di T-shirtnya, pola seperti apa yang ingin dibentuk.  Aku memutuskan membuat pola dari lingkaran-lingkaran berbagai ukuran.

Main-main juga dengan benangnya.  Kalau kurang yakin hasilnya seperti apa, coba dulu merenda samplenya.  Semua benang yang kupakai untuk proyek ini adalah benang katun 100%, untuk menghindari aplikasinya mengkerutnya beda-beda waktu dicuci nanti. 


Mulai merenda, lalau sesudah selesai, pasang aplikasinya sesuai selera.  Aku memakai benang hitam untuk menjahit semuanya, kecuali yang putih. Untuk lingkaran yang paling besar, aku sengaja tidak menjahitnya berkeliling, karena aku mau memakainya sebagai kantong kecil.  Kalau ingin membuat kantong juga, pastinya aplikasinya dipasang di tempat yang enak dipakai, mungkin pasang polanya waktu t-shirtnya kita pakai.
Kaos 'baru'!!
kantong 'rahasia'
NB:  Tadinya suamiku agak kurang yakin pada hasilnya, tapi sesudah selesai dia suka juga.  Dan waktu dipakai untuk liburan ke Spanyol, banyak orang yang bertanya dan memuji, hehehe.  Sedikit kreativitas, warna (dan kenekadan) bisa menghasilkan sesuatu yang bagus, kan?

Wednesday, August 24, 2011

Kancing FIMO?



Aku baru saja pulang dari workshop di Tenerife, Spanyol, dan di sana aku bertemu dengan seoraang perempuan yang membuat aksesoris dari FIMO, polymer clay buatan Staedtler.  Sebenarnya sih aku sudah sering melihat profuk FIMO sebelumnya, tapi baru sesudah aku menemani si mbak ini belanja aku menyadari bahwa FIMO ini produk jerman. Ini sedikit menguntungkan, karena aku bisa mengerti sedikit bahasa Jerman.

Ada beberapa instruksi gratis di internet kalau kita memerlukan sedikit inspirasi.  Informasinya tersedia di dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman, meskipun sepertinya informasi dalam bahasa Jerman sedikit lebih lengkap daripada dalam bahasa Inggris.  Kalau tertarik, ide-ide berbahasa Inggris ada di sini, dan dalam bahasa Jerman ada di sini.  Menurutku sih kita tidak perlu terlalu lancar bahasa-bahasa tersebut, karena instruksinya disertai gambar yang sangat membantu.  

Hm...sekarang aku jadi penasaran...bisa nggak ya aku bikin kancing sendiri dari bahan FIMO?  hehehehe....

Thursday, July 28, 2011

Vowinckel - toko crafting di Frankfurt

Akhirnya aku mampir juga di Vowinckel, salah satu toko crafting di Frankfurt yang sudah lama ingin aku datangi.

Jujur saja waktu masuk kesannya toko ini agak kecil.  Suasananya sangat berbeda dengan Idee, toko crafting lain di pusat kota Frankfurt.  Menurutku sih Vowinckel gayanya agak kuno, terutama cara mereka menata tokonya.  Tidak ada hiasan macam-macam, tapi penuh dengan barang-barang jualan yang oke punya (suasananya mirip-mirip toko-toko jaman dulu...hehehe...toko jaman sekarang juga masih ada ding, kalau kamu suka 'mblusuk-mblusuk di Salatiga atau Pasar Johar Semarang).

Aku menemukan bahan-bahan untuk membuat rangka dan tudung lampu sendiri...akhirnya.  Sayangnya sedikit terlambat, karena waktu aku ingin membuatnya, aku tidak menemukan bahannya, akhirnya kami beli aja tudung lampu untuk ruang tamu.  Tapi paling nggak jadi tahu kan di mana bisa beli...siapa tahu...hehehe...
Koleksi peralatan mereka juga lumayan lengkap: ada berbagai macam tang, gergaji, pelubang (eh, ada nggak sih kata ini di Bahasa Indonesia, hahahaha...), dll.  Dan aku naksir berat profile setengah badan dari stereofoam..mmmm....kalau di-decoupaged kayaknya seru tuh...terus bisa dipakai mamerin kalung... Seandainya bisa dibawa ke Indonesia, bisa jadi oleh-oleh buat ponakanku tuh, hahaha.

Mereka punya berbagai macam cat dan lem (kalau ini sih di luar 'keahlian'ku, jadi aku sendiri kurang mengerti). Mereka juga punya berbagai bahan untuk membuat dan menghias lilin.  Ini sih kayaknya kurang berguna untukku.  Yang berguna adalah bagian di mana mereka menjual berbagai barang kecil dari logam; gantungan poster, gantungan piring, gantungan handuk, magnet kecil....wah...ngiler....

Yang kurang lengkap di sana adalah bahan-bahan untuk membuat perhiasan.  Ada manik-manik sih, dan manik-manik kayu lumayan banyak.  Tapi kalau kamu ingin membuat perhiasan yang agak glamour, kayaknya di sini bukan tempat yang tepat untuk belanja. 

Harganya sepertinya cukup bersaing.  Kesimpulannya: toko ini akan menjadi salah satu tujuan utamaku deh, hehehe.

Sekarang aku mau pamer ah...hahaha... Nggak afdol kan jalan ke toko craft kalau keluarnya kosongan.  Aku akhirnya menemukan giant crochet hook yang selama ini aku cari.  Sayangnya sih mereka cuma punya yang plastik, bukan yang alumunium, tapi nemu aja udah seneng buanget, hehehe... Selain itu, aku juga beli sebungkus bintang fosfor, meneruskan kebiasaan lama menempel hiasan fosfor di mana-mana yang ingin aku bawa ke Frankfurt. Lumayan untuk mengisi dinding kosong di atas TV, sebelum menemukan/menyelesaikan ide lain yang lebih ribet.


Monday, June 27, 2011

Penanda Kunci crochet

Pernahkah kamu kesulitan menemukan kunci yang tepat di antara 'serombongan' kunci yang lain?  Kalau aku sih, sering, hehehe. Beberapa kali aku kepikiran untuk membeli penanda kunci yang bisa melar itu, tapi dipikir-pikir.... masa dari mengingat-ingat kunci yang mana untuk pintu yang mana, menjadi kunci warna apa untuk pintu yang mana. Makanya aku tadinya ingin menandai satu kunci aja.  Tapi yang murah biasanya satu paket isinya buanyak, dan yang isinya cuma dua mahal banget.


Tapii... aku kan bisa merenda ;)  Dimulai dari 'chain' pendek, dilanjutkan dengan beberapa baris ' single crochet'  sampai ukurannya tepat.  Jangan dipotong dulu benangnya sebelum dipasang, lalu tarik benangnya sampai kencang.  Selesai deh! Penanda kunci yang unik, hanya milik kamu.

Wednesday, June 15, 2011

Studio Foto Mini



Kemarin aku baru saja mendapat link ini dari sebuah newsletter.  Keren banget!  Tutorial dari Photojojo ini menunjukkan bagaimana caranya kita bisa membuat foto studio mini di rumah dengan 5 barang yang kemungkinan besar sudah kita miliki, terutama kalau kita suka fotografi atau punya toko online sendiri.  Coba deh!

Di dalam tutorial ini juga beberapa link yang mengarah ke ide-ide lain yang serupa.  Salah satunya adalah link dari Strobist ini.  Membuat softbox sendiri dari kardus bekas?? Seru kan?  Aku sudah beberapa kali melihat ide yang serupa, tapi sejauh ini sepertinya ini yang paling sederhana.  Apalagi ditambah kemungkinan untuk membuatnya tanpa alas, sehingga bisa di'tudung'kan di atas obyek yang akan difoto.


Keren kan idenya? Coba yuk!

Thursday, June 2, 2011

Buat sesuai kemampuan

Aku sedang belajar crocheting, alias merenda (meskipun yang dibuat sama sekali tidak terlihat seperti berenda, hahaha...) selama beberapa bulan terakhir ini.  Tapi hari-hari terakhir ini, kemampuan dasar ini cukup berguna untuk beberapa hal kecil, terutama karena kami baru pindah ke apartemen baru yang kecil mungil.

Contoh #1:
Aku membeli dua potong kain yang sudah dijahit pinggirannya dari sebuah toko interior hari pertama kami pindahan.  Kami memakainya sebagai gorden sementara, meskipun sebenarnya kekecilan.  Dipasangnya sih pakai peniti, hahaha.  

Setelah kami benar-benar mulai tinggal di sana, akupun membeli dua potong lagi dan mencoba mencari ide untuk mengubahnya menjadi korden 'beneran'.  Membayangkan harus melipat dan menjahitnya, hii.....kayaknya susah.  Bikin gantungan dari kain juga ribet jahitnya satu-satu (maklum, aku nggak punya dan nggak mahir pakai mesin jahit, hehehe...).  Akupun berpikir gimana kalau pakai felt, kan pinggirannya nggak 'mbradul'.  Tapii..... tiba-tiba terlintas...kenapa nggak di-crochet aja??? Yay!!

Kancing dan 'lidah' hasil crochet

Bentuk korden sebelum dipasang

Kalau diitung pakai waktu sih mungkin memang lebih cepat kalau dijahit, tapi karena aku kurang mahir menjahit, oke juga pakai skill yang aku lebih bisa, meskipun hanya sedikit. Tapi yang jelas, nggak akan mbradul, hahaha...
Tadaaaa...terpasang...


Contoh # 2:
Di apartemen itu, kami punya teras kecil.  Dan ajaibnya, baru beberapa hari yang lalu aku sadar kalau teras itu ada lampunya sendiri, hahaha.  Suamiku bilang bahwa dia kurang suka pakai lampu itu karena cahayanya terlalu kuat (ya iya lah... lha wong terasnya kecil banget....).  Jadi dia bilang dia punya lampu minyak yang dia pakai untuk di luar.

Masalahnya adalah, waktu pindahan minyak dari lampu itu sempat tumpah, dan baunyaaaaaa..... ya ampun....  Aku sih enggan membayangkan harus pakai lampu itu.  Makanya aku usahakan membuat penutup sederhana untuk lampu teras itu supaya cahayanya agak sedikit lembut....

Lampu teras, dalam keadaan mati

Lampu teras dalam keadaan hidup

After...dalam keadaan mati... lucu kan...hehehe....

After, dalam keadaan hidup...ngefek kok...

Frankfurt, 1 Juni 2011.

Saturday, May 28, 2011

Simple Simpul

Kalung ini ideal untuk mendaurulang pakaian lama favorit anda menjadi aksesoris yang bisa dipakai sehari-hari.  Kalaupun pakaian tersebut sudah rusak sedikit, tidak apa-apa, karena kita hanya membutuhkan sedikit bahan yang panjang, tapi sempit.  Ayo mulai!

Bahan:  kain, dakron, manik-manik kayu/plastic ukuran besar, jarum, benang

Bahan tambahan:  pita kain/organza/satin, rantai

Cara membuat:

1.     Potong kain memanjang selebar +- 10 cm.  Panjang kain tergantung pada panjang kalung yang diinginkan.  Untuk amannya, ukur 2 x panjang kalung yang diinginkan.


 2.    Lipat kain menjadi dua memanjang, dengan bagian motif yang bagus di dalam.
3.    Jahit sepanjang sisi luar lipatan.

4.    Kalau sudah selesai dijahit, balik bahan, sehingga membentuk tube dengan sisi bahan yang bagus di luar.  Anda bisa pakai peniti atau sumpit untuk membantuk membalik bahan.

5.    Tentukan bagian tengah tube, lalu masukkan satu manik besar ke dalamnya.

6.    Buat simpul di kiri dan kanan manik yang sudah dimasukkan.

7.    Teruskan dengan mengisi sisi kiri dan kanan manik pertama dengan dakron atau manik-manik.   Jangan lupa membuat simpul setelah anda memasukkan dakron atau maniknya.  Manik-manik akan membuat kalung menggantung agak berat dan mantap, sementara dakron akan membuat kalung ringan dan longgar.  Silakan pilih sesuai selera.

8.    Ada beberapa variasi untuk menyelesaikan kalung ini:
(a)    Terus isi + simpul tube sampai penuh, lalu gabungkan dan jahit kedua ujungnya.

(b)    Isi + simpul sampai jumlah atau panjang tertentu, lalu sambung kedua ujung tube dan jahit.


(c)    Isi + simpul sampai jumlah atau panjang tertentu, sisakan sedikit bahan, lalu potong kedua ujung tube. Jahit ujung-ujung tube ini secara terpisah.

Kalau sudah siap, anda bisa menyambung bagian ini dengan pita atau rantai sesuai selera anda.

9.     Selesai!